Hidayati, Ucik Nurul (2026) TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG RISIKO PERNIKAHAN DINI. Repository Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum.
|
Text
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG RISIKO PERNIKAHAN DINI.pdf Download (5MB) |
Abstract
Pernikahan dini merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi dan sosial yang masih banyak terjadi di Indonesia. Pernikahan pada usia di bawah 19 tahun dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan, seperti anemia, preeklamsia, persalinan prematur, bayi berat lahir rendah, serta meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Selain dampak kesehatan, pernikahan dini juga berpengaruh terhadap aspek psikologis, pendidikan, ekonomi, dan kualitas hidup remaja. Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya pernikahan dini adalah rendahnya tingkat pengetahuan remaja mengenai risiko yang dapat ditimbulkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri sebagai dasar dalam penyusunan program edukasi kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang risiko pernikahan dini di wilayah pondok pesantren Darul Ukum Kabupaten Jombang, Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri wilayah podok pesantren Darul Ulum Jombang. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri atas 25 pertanyaan mengenai pengertian pernikahan dini, batas usia perkawinan, faktor penyebab, risiko kesehatan reproduksi, dampak psikologis, dampak sosial, dan upaya pencegahan pernikahan dini. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 16 tahun, yaitu sebanyak 14 responden (46,7%), dan sebagian besar memperoleh informasi mengenai risiko pernikahan dini melalui media sosial sebanyak 13 responden (43,3%). Berdasarkan tingkat pengetahuan, sebanyak 9 responden (30,0%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 15 responden (50,0%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 6 responden (20,0%) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Sebagian besar responden telah mengetahui bahwa pernikahan dini dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan (83,3%), namun masih banyak yang belum memahami dampak psikologis (46,7%) serta dampak sosial dan ekonomi (43,3%) akibat pernikahan dini. Tingkat pengetahuan remaja putri tentang risiko pernikahan dini sebagian besar berada pada kategori cukup. Pengetahuan remaja masih perlu ditingkatkan, terutama mengenai dampak psikologis, sosial, dan ekonomi dari pernikahan dini. Edukasi kesehatan reproduksi melalui sekolah, tenaga kesehatan, dan media digital yang terpercaya diharapkan dapat meningkatkan pemahaman remaja sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dalam merencanakan kehidupan berkeluarga dan mencegah terjadinya pernikahan dini. Kata Kunci: pengetahuan, remaja putri, risiko pernikahan dini
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Artikel |
| Depositing User: | Iqbal Iqbal |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 02:20 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 03:17 |
| URI: | http://eprints.unipdu.ac.id/id/eprint/3755 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
![]() |
View Item |
